Sabtu, 27 September 2014

Tugas 1 Softskill Etika Profesi Akuntansi



NUR HIKMAH

25211309

4EB19


Pengertian Etika
Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir.
                
Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.
Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 2000).

Etika merupakan suatu ilmu yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Dan etika profesi terdapat suatu kesadaran yang kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukan.

      Teori Etika
1.      Egoisme 
Rachels (2004) memperkenalkan dua konsep yang berhubungan dengan egoisme, yaitu egoisme psikologis dan egoisme etis. Egoisme psikologis adalah suatu teori yang menjelaskan bahwa semua tindakan manusia dimotivasi oleh kepentingan berkutat diri. Egoisme etis adalah tindakan yang dilandasi oleh kepentingan diri sendiri. Yang membedakan tindakan berkutat diri (egoisme psikologis) dengan tindakan untuk kepentingan diri (egoisme etis) adalah pada akibatnya terhadap orang lain. Tindakan berkutat diri ditandai dengan ciri mengabaikan atau merugikan kepentingan orang lain, sedangkan tindakan mementingkan diri tidak selalu merugikan kepentingan orang lain.

2.      Utilitarianisme
Utilitarianisme berasal dari kata Latin utilis, kemudian menjadi kata Inggris utility yang berarti bermanfaat (Bertens, 2000). Menurut teori ini, suatu tindakan dapat dikatan baik jika membawa manfaat bagi sebanyak mungkin anggota masyarakat, atau dengan istilah yang sangat terkenal “the greatest happiness of the greatest numbers”. Perbedaan paham utilitarianisme dengan paham egoisme etis terletak pada siapa yang memperoleh manfaat. Egoisme etis melihat dari sudut pandang kepentingan individu, sedangkan paham utilitarianisme melihat dari sudut kepentingan orang banyak (kepentingan bersama, kepentingan masyarakat).

3.      Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata Yunani deon yang berarti kewajiban. Paham deontologi mengatakan bahwa etis tidaknya suatu tindakan tidak ada kaitannya sama sekali dengan tujuan, konsekuensi atau akibat dari tindakan tersebut. Konsekuensi suatu tindakan tidak boleh menjadi pertimbangan untuk menilai etis atau tidaknya suatu tindakan.

4.      Teori Hak
Suatu tindakan atau perbuatan dianggap baik bila perbuatan atau tindakan tersebut sesuai dengan HAM. Menurut Bentens (200), teori hak merupakan suatu aspek dari deontologi (teori kewajiban) karena hak tidak dapat dipisahkan dengan kewajiban. Bila suatu tindakan merupakan hak bagi seseorang, maka sebenarnya tindakan yang sama merupakan kewajiban bagi orang lain. Teori hak sebenarnya didsarkan atas asumsi bahwa manusia mempunyai martabat dan semua manusia mempunyai martabat yang sama. Hak asasi manusia didasarkan atas beberapa sumber otoritas, yaitu: 
a.       Hak hukum (legal right), adalah hak yang didasarkan atas sistem/yurisdiksi hukum suatu negara, di mana sumber hukum tertinggi suatu Negara adalah Undang-Undang Dasar  negara yang bersangkutan.
b.      Hak moral atau kemanusiaan (moral, human right), dihubungkan dengan pribadi manusia secara individu, atau dalam beberapa kasus dihubungkan dengan kelompok bukan dengan masyarakat dalam arti luas. Hak moral berkaitan dengan kepentingan individu sepanjang kepentingan individu itu tidak melanggar hak-hak orang lain
c.       Hak kontraktual (contractual right),  mengikat individu-individu yang membuat kesepakatan/kontrak bersama dalam wujud hak dan kewajiban masing-masing kontrak.

5.      Teori Keutamaan (Virtue Theory)
Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral. Kebijaksanaan, misalnya, merupakan suatu keutamaan yang membuat seseorang mengambil keputusan tepat dalam setiap situasi. Keadilan adalah keutamaan lain yang membuat seseorang selalu memberikan kepada sesama apa yang menjadi haknya. Kerendahan hati adalah keutamaan yang membuat seseorang tidak menonjolkan diri, sekalipun situasi mengizinkan. Suka bekerja keras adalah keutamaan yang membuat seseorang mengatasi kecenderungan spontan untuk bermalas-malasan. Ada banyak keutamaan semacam ini. Seseorang adalah orang yang baik jika memiliki keutamaan. Hidup yang baik adalah hidup menurut keutamaan (virtuous life).

6.      Teori Etika Teonom
Sebagaimana dianut oleh semua penganut agama di dunia bahwa ada tujuan akhir yang ingin dicapai umat manusia selain tujuan yang bersifat duniawi, yaitu untuk memperoleh kebahagiaan surgawi. Teori etika teonom dilandasi oleh filsafat risten, yang mengatakan bahwa karakter moral manusia ditentukan secara hakiki oleh kesesuaian hubungannya dengan kehendak Tuhan. Perilaku manusia secara moral dianggap baik jika sepadan dengan kehendak Tuhan, dan perilaku manusia dianggap tidak baik bila tidak mengikuti aturan/perintah Tuhan sebagaimana dituangkan dalam kitab suci. Sebagaimana teori etika yang memperkenalkan konsep kewajiban tak bersyarat diperlukan untuk mencapai tujuan tertinggi yang bersifat mutlak. Kelemahan teori etika Kant teletak pada pengabaian adanya tujuan mutlak, tujuan tertinggi yang harus dicapai umat manusia, walaupun ia memperkenalkan etika kewajiban mutlak. Moralitas dikatakan bersifat mutlak hanya bila moralitas itu dikatakan dengan tujuan tertinggi umat manusia. Segala sesuatu yang bersifat mutlak tidak dapat diperdebatkan dengan pendekatan rasional karena semua yang bersifat mutlak melampaui tingkat kecerdasan rasional yang dimiliki manusia.

Fungsi Etika
1.  Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan.    2.   Etika ingin menampilkan keterampilan intelektual yaitu keterampilan untuk beragumentasi secara rasional dan kritis.
3. Orientasi etis ini diperlukan dalam mengambil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme.



Jenis-jenis Etika
Beberapa pandangan terhadap etika:
Etika dapat dityinjau dari beberapa pandangan. Dalams ejarah lazimnya pandangan ini dilihat dari segi filosofis yang melahirkan etika filosofis, ditinjau dari segi teologis yang melahirkan etika teologis, dan ditinjau dari pandangan sosiologis yang melahirkan etika sosiologis.
a) Etika filosofis
Etika filosofis adalah etika yang dipandang dari sudut filsafat. Kata filosofis sendiri berasal dari kata “philosophis” yang asalnya dari bahasa Yunani yakni: “philos” yang berarti cinta, dan “sophia” yang berarti kebenaran atau kebijaksanaan. Etika filosofis adalah etika yang menguraikan pokok-pokok etika atau moral menurut pandangan filsafat. Dalam filsafat yang diuraikan terbatas pada baik-buruk, masalah hak-kewajiban, maslah nilai-nilai moral secara mendasar. Disini ditinjau hubungan antara moral dan kemanusiaan secraa mendalam dengan menggunakan rasio sebagai dasar untuk menganalisa.
b) Etika Teologis
Etika teologis adalah etika yang mengajarkan hal-hal yang baik dan buruk berdasarkan ajaran-ajaran agama. Etika ini memandang semua perbuatan moral sebagai:
  1. Perbuatan-perbuatan yang mewujudkan kehendak Tuhan ataub sesuai dengan kehendak Tuhan.
  2. Perbuatan-perbuatan sbegai perwujudan cinta kasih kepada Tuhan
  3. Perbuatan-perbuatan sebagai penyerahan diri kepada Tuhan.
Orang beragama mempunyai keyakinan bahwa tidak mungkin moral itu dibangun tanpa agama atau tanpa menjalankan ajaran-ajaran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Sumber pengetahuan dan kebenaran etika ini adalah kitab suci.

c) Etika Sosiologis             
Etika sosiologis berbeda dengan dua etika sebelumnya. Etika ini menitik beratkan pada keselamatan ataupun kesejahteraan hidup bermasyarakat. Etika sosiologis memandang etika sebagai alat mencapai keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan hidup bermasyarakat. Jadi etika sosiologis lebih menyibukkan diri dengan pembicaraan tentang bagaimana seharusnya seseorang menjalankan hidupnya dalam hubungannya dengan masyarakat.
d) Etika Diskriptif dan Etika Normatif
Dalam kaitan dengan nilai dan norma yang digumuli dalam etika ditemukan dua macam etika, yaitu :
1. Etika Deskriptif
Etika ini berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan perilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam kehidupan sebagai sesuatu yang bernilai. Etika ini berbicara tentang kenyataan sebagaimana adanya tentang nilai dan pola perilaku manusia sebagai suatu fakjta yang terkait dengan situasi dan realitas konkrit. Dengan demikian etika ini berbicara tentang realitas penghayatan nilau, namun tidak menilai. Etika ini hanya memaparkan, karenanya dikatakan bersifat deskriptif.
2. Etika Normatif
Etika ini berusaha untuk menetapkan sikap dan pola perilaku yang ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam bertindak. Jadi etika ini berbicara tentang norma-norma yang menuntun perilaku manusia serta memberi penilaian dan hiambauan kepada manusia untuk bertindak sebagaimana seharusnya Dengan. Demikian etika normatif memberikan petunjuk secara jelas bagaimana manusia harus hidup secara baik dan menghindari diri dari yang jelek.
Dalam pergaulan sehari-hari kita menemukan berbagai etika normative yang menjadi pedoman bagi manusia untuk bertindak. Norma-norma tersebut sekaligus menjadi dasar penilaian bagi manusia baik atau buruk, salah atau benar. Secara umum norma-norma tersebut dikelompokkan menjadi dua yaitu:
a) Norma khusus
Norma khusus adalah norma yang mengatur tingkah laku dan tindakan manusia dalam kelompok/bidang tertentu. Seperti etika medis, etika kedokteran, etika lingkungan, eyika wahyu, aturan main catur, aturan main bola, dll. Di mana aturan tersebut hanya berlaku untuk bidang khusus dan tidak bisa mengatur semua bidang. Misal: aturan main catur hanya bisa dipakai untuk permainan catur dan tidak bisa dipakai untuk mengatur permainan bola.
b) Norma Umum
Norma umum justru sebaliknya karena norma umum bersifat universal, yang artinya berlaku luas tanpa membedakan kondisi atau situasi, kelompok orang tertentu. Secara umum norma umum dibagi menjadi tiga (3) bagian, yaitu :
  • Norma sopan santun; norma ini menyangkut aturan pola tingkah laku dan sikap lahiriah seperti tata cara berpakaian, cara bertamu, cara duduk, dll. Norma ini lebih berkaitan dengan tata cara lahiriah dalam pergaulan sehari-hari, amak penilaiannnya kurang mendalam karena hanya dilihat sekedar yang lahiriah.
  • Norma hukum; norma ini sangat tegas dituntut oleh masyarakat. Alasan ketegasan tuntutan ini karena demi kepentingan bersama. Dengan adanya berbagai macam peraturan, masyarakat mengharapkan mendapatkan keselamatan dan kesejahteraan bersama. Keberlakuan norma hukum dibandingkan dengan norma sopan santun lebih tegasdan lebih pasti karena disertai dengan jaminan, yakni hukuman terhadap orang yang melanggar norma ini. Norma hukum ini juga kurang berbobot karena hanya memberikan penilaian secara lahiriah saja, sehingga tidak mutlak menentukan moralitas seseorang.
  • Norma moral;norma ini mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia. Norma moral menjadi tolok ukur untuk menilai tindakan seseorang itu baik atau buruk, oleh karena ini bobot norma moral lebih tinggi dari norma sebelumnya. Norma ini tidak menilai manusia dari satus segi saja, melainkan dari segi manusia sebagai manusia. Dengan kata lain norma moral melihat manusia secara menyeluruh, dari seluruh kepribadiannya. Di sini terlihat secara jelas, penilannya lebih mendasar karena menekankan sikap manusia dalam menghadapi tugasnya, menghargai kehidupan manusia, dan menampilkan dirinya sebgai manusia dalam profesi yang diembannya. Norma moral ini memiliki kekhusunan yaitu :
1. Norma moral merupakan norma yang paling dasariah, karena langsung mengenai inti pribadi kita sebagai manusia.
2. Norma moral menegaskan kewajiban dasariah manusia dalam bentuk perintah atau larangan.
3. Norma moral merupakan norma yang berlaku umum
4. Norma moral mengarahkan perilaku manusia pada kesuburan dan kepenuhan hidupnya sebgai manusia.
d) Etika Deontologis
Istilah deontologis berasal dari kata Yunani yang berati kewajiban, etika ini menetapkan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Argumentasi dasar yang dipakai adalah bahwa suatu tindakan itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibat atau tujuan baik dari suatu tindakan, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri baik pada dirinya sendiri.
Dari argumen di atas jelas bahwa etika ini menekankan motivasi, kemauan baik, dan watak yang kuat dari pelaku, lepas dari akibat yang ditimbulkan dari pelaku. Menanggapi hal ini Immanuel kant menegaskan dua hal:
  • Tidak ada hal di dinia yang bisa dianggap baik tanpa kualifikasi kecuali kemauan baik. Kepintaran, kearifan dan bakat lainnya bisa merugikn kalau tanpa didasari oleh kemauan baik. Oleh karena itu Kant mengakui bahwa kemauan ini merupakan syarat mutlak untuk memperoleh kebahagiaan.
  • Dengan menekankan kemauan yang baik tindakan yang baik adalah tindakan yang tidak saja sesuai dengan kewajiban, melainkan tindakan yang dijalankannya demi kewajiban. Sejalan dengan itu semua tindakan yang bertentangan dengan kewajiban sebagai tindakan yang baik bahkan walaupun tindakan itu dalam arti tertentu berguna, harus ditolak.
Namun, selain ada dua hal yang menegaskan etika tersebut, namun kita juga tidak bisa menutup mata pada dua keberatan yang ada yaitu:
  • Bagaimana bila seseorang dihadapkan pada dua perintah atau kewajiban moral dalam situasi yang sama, akan tetapi keduanya tidak bisa dilaksankan sekaligus, bahkan keduanya saling meniadakan.
  • Sesungguhnya etika seontologist tidak bisa mengelakkan pentingnya akibat dari suatu tindakan untuk menentukan apakah tindakan itu baik atau buruk.
c) Etika Teleologis
Teleologis berasal dari bahasa Yunani, yakni “telos” yang berati tujuan. Etika teleologis menjadikan tujuan menjadi ukuran untuk baik buruknya suatu tindakan. Dengan kata lain, suatu tindakan dinilai baik kalau bertujuan untuk mencapai sesuatu yang baik atau kalau akibat yang ditimbulkan baik.
Sanksi Pelanggaran Etika :
1.Sanksi Sosial adalah Skala relatif kecil, dipahami sebagai kesalahan yang dapat ‘dimaafkan’.
2.Sanksi Hukum adalah Skala besar, merugikan hak pihak lain.

Sumber :

http://w4rjono.wordpress.com/2013/10/31/sanksi-dan-jenis-pelanggaran-etika-profesi-akuntansi/

Minggu, 08 Juni 2014

Tugas 3 Softskill Bahasa Inggris Bisnis 2

NUR HIKMAH

25211309
             
3EB19         


Cover Letter


Bekasi,  June 2nd 2014

Human Resources Department                                                                             
PT. Isuzu Astra Motor Indonesia
01 Jln. Kaliabang Tengah
Bekasi


Dear Sirs,
I have seen your advertisement in Bekasi Times for a accountant.  I would like to apply for the post in your company.
I am female, 22 years old. I am the fresh graduated from Gunadarma University majoring in accounting. I am interested with the job your company offered, because I am sure that the job is fulfill my criteria as an accountant. I master language such as English. I also understand about the computer and I have a good communication skills to build a good solution.
I enclose my curriculum vitae and would be glad to meet you for an interview in the near time and look forward to having your respone.

Yours Sincerely,


Nur Hikmah


Enc : Curriculum Vitae


CURRICULUM VITAE (CV)

Name                           :  Nur Hikmah
Date,Place of Birth     :  Bekasi, Mei 07, 1993
Address                      :  Kp.Harapan Kita RT.005 RW.023 N0.1  Kel.Harapan Jaya
 Kec. Bekasi Utara 17124    
Religion                       :  Islam                    
Nationality                  :  Indonesia
Blood Type                 :  AB
Sex                              :  Female
Marital Status              :  Single
E-mail                          :  nurhikmah.iick@gmail.com
Phone                          :  089695062075

       I.            Educatinal Background
Kindergarten School   :  TK MUHAJIRIN Graduate in 1999
Elementary School      :  SDN HARAPAN JAYA XIII  Graduate in 2005
Junior High School     :  SMP SEROJA  Graduate in 2008
Senior High School     :  SMA TAMAN HARAPAN Graduate in 2011
Accounting Degree     :  GUNADARMA UNIVERSITY Graduate in 2015

    II.            Informal Education
Export Import Course Universitas Gunadarma 2013

 III.            Work Experience
March, 2014 – Now        :  Assistant Laboratory of Manajemen Lanjut at  Gunadarma University

 IV.            Seminar  and Course attended
Islamic Banking Operating System Universitas Gunadarma 2013      Certified
Export Import Course Universitas Gunadarma 2013                         Certified

    V.            Organization
OSIS in Junior High School SMP SEROJA as a treasurer 2007 – 2008


WRITING

Hello friends, thank you for visiting my blog. I want to tell you about myself, family, education, orientation, goal and my strength.
My name is Nur Hikmah, you can call me Iik. But the name is not the only Iik my nickname, because many of my friends who used to call nunu, nyunye, or Unye. However, it all is not a problem for me, because with the name calls to make me upset but not pleased. There are things that make me confused and sometimes wonder, I was past the grumpy girl? From kindergarten until now nicknamed grumpy girl still attached to me, especially in men. But, it all does not bother me entirely to myself, maybe it's just their outside appraisal only. Actually I do not like that they think because I realized that me is simple and friendly, you could say the exact chatty. Obviously I love myself what it is today.
I live in a modest family environment with older people who are very fond of their children so that the state of my home full of comfort. I am the youngest of three brothers, I have two older brothers, and my first brother was married and had one children  who was only one month. Although my brother man but, we are always able to come together and it makes our fraternity fun.
Currently, I'm studying at the University Gunadarma, majoring in accounting grade three. Currently,  I work as a laboratory assistant at the University Gunadarma further management. Lecture situation there is very fun for me, although initially I had no clue about accounting because my background is not in the field of accounting. However, over time I began to understand and get excited to learn accounting. Moreover, I was in class the students of his students 3EB19 good, smart, fun and certainly active in learning. In that class I got close friends are cool and exciting as whistle is puput (sometimes rather not obvious, frequent laughter), siska (overly plain too good), riska (miss complicated), sheva (super busy and mischievous girl), and the dewi (speak frankly, sometimes acting embarrassing friend, I am one of his victims). But, with their properties are sometimes not clear, I am still happy to be friends with them, because they make me comfortable and happy.
In the course of my life has a purpose and strength, my goal this time I want to finish college immediately and obtain good grades. After college I want to work and be successful by having a variety of businesses. After I succeed I want my family happy, especially my parents who had been raised me, protect me, supports everything I do. With happy they would be happy also for me, with a happy smile a little they can reply to me what they did to me during this time although there will never be the services and their struggle shortchanged all.


Kamis, 01 Mei 2014

Tugas 2 Softskill Bahasa Inggris Bisnis 2



NUR HIKMAH
25211309
3EB19

Inquiry Letter

IIK UNYE SHOES
157 HARAPAN KITA STREET
BEKASI 17124

29th April, 2014
Ref : IU/DO/17A

Mr. Alil Davidson
Bekasi Advertising Company
Advertising Manager
Jakarta 10009

Dear Mr. Davidson,
We have seen your company is a one of a big advertising company in Indonesia. Therefor We offers corporation with your company for promotional purposes.
Our company is a leading Shoes Company with products that satisfy. Our company located at 157 Harapan Kita Street. Our company produce some products such as ladies’ shoes, man shoes, and children shoes.
We should be pleased if you would send us catalogues and some  information about:

1.   What kind of promotion our company needs    
2.   The right time for promotion
3.   The right places for promotion
4.   The promotion equipments our company needs 
5.   How much the cost that our compay will be spend for promotion

Thank you for your attention. We look forward to receiving your reply immediately

Your faithfully,


Nur Hikmah
Marketing Manager




















Replying  to Inquiries


BEKASI ADVERTISING COMPANY

120 NUSANTARA STREET

JAKARTA 10009


05th April, 2014
Your Ref         :IU/DO/17A
Our Ref           : AL/JC/19
                         
Ms. Nur Hikmah
Marketing Manager
Iik Unye Shoes
157 Harapan Kita Street
Bekasi 17124

Dear Ms. Nur Hikmah,

Thank you for your letter of 29th April, inquirying about our catalogues for your company’s promotion.
We are pleased to inform you  about your company needs for promotion.
1.    The promotion will be effective if you using a media social such as magazine, newspaper.
2.    The right times is in the first date of month, because everyone get the salaries for buy something.
3.    The right places for promotion is in Jakarta Event, mall, etc.
4.    The promotion equipments will be used are sample of your products, some catalogues for consumens, and the equipments stand if you open stand in some places such as Jakarta Event, mall, etc.
5.    The cost will be your company spend for this promotion is $ 80.000.

We look forward to receiving your first order for use our service and please do not hesitate to write again if you still need any further information.

Your Sincerely,

Alil Davidson
Advertising Manager


Enc: catalogues



Explanation :

1.        What appropriate form for promotion?
The Appropriate form for promotion your product is using internet and magazine.

2.    When the right time for promotion?
The right times is in the first date of month, because everyone get the salaries for buy something.

3.   Where the right places for do the promotion?
The right places for promotion is in Jakarta Event, mall, etc.

4.   What kind the equipments for do the promotion?
The promotion equipments will be used are sample of your products, some catalogues for consumens, and the equipments stand if you open stand in some places such as Jakarta Event, mall, etc.

5.   How much the cost the company will be spend for this promotion?
The cost will be your company spend for this promotion is $ 80.000.